Tampilkan postingan dengan label Masa Lalu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masa Lalu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Mei 2009

Part 5

Akhirnya melanjutkan part 5 yaitu masa-masa SMA.
Setelah selesai sekolah di smp tentunya aku melanjutkan pendidikanku ke sma. SMA yang aku tuju adalah SMA negeri karena aku merasa sudah cukup merasakan pendidikan di sekolah swasta sejak TK sampai SMP, selain itu aku juga ingin merasakan bersekolah di sekolah negeri yang kelihatannnya santai tidak seketat dengan sekolah swasta. Aku memilih sma negeri yang dekat dengan rumahku dan memang sekolah itu adalah sekolah negeri terbaik di rayon sekitar rumahku.
Proses pendaftaran untuk masuk di sma negeri cukup mudah karena hanya menggunakan NEM saja. Dan untungnya dengan NEM yang aku peroleh aku tidak susah untuk masuk di sekolah negeri. Saat itu orang tua calon siswa harus sering memantau jurnal NEM karena setiap hari akan berubah. Jika NEM anaknya tidak mampu bersaing dengan anak-anak lain maka salah satu pilihannya adalah memindahkan berkas/memasukkan berkas pendaftaran ke sekolah lain.
Aku masuk di kelas 1-2 yang kata guru-guru termasuk kelas unggulan karena anak-anak yang masuk di kelas itu memiliki NEM yang tinggi dibanding dengan murid lainnya yang baru masuk. Pertama kali masuk di kelas itu agak 'ngeper' juga tau masuk kelas unggulan. Memulai masa orientasi sekolah yang aku bayangkan adalah yang serem-serem seperti perpeloncoan. Ternyata eh ternyata jauh sekali dari yang aku bayangkan. MOS diisi oleh anak-anak OSIS dan guru yang memeberikan pengetahuan tentang wawasan wiyata mandala. Aku duduk di depan karena sesuai nomor absen. Ya dari situlah aku mulai berkenalan dengan teman-teman sekelas, apalagi aku dari sekolah swasta sendiri rata-rata temanku dari sekolah negeri. Kesan pertama tentang teman sekelasku adalah mereka anak-anak baik, ga nakal. Dan memang kesan pertamaku ga salah karena memang mereka anak-anak baik semua.
Hari pertama mulai pelajaran,aku datang jam setengah 7 lebih. ternyata teman-teman dah pada datang dan ngecup tempat duduk, akhirnya aku duduk di tempat paling depan persis depan meja guru. Wah.. bener-bener nih hari pertama ,pengalaman pertama duduk depan meja guru persis mana mejanya mepet sama meja guru lagi. Waktu itu teman semejaku namanya Atik. Anaknya cerewet, untunglah ada teman ngobrol. Pelajaran pertama waktu itu bahasa indonesia dengan guru muda Bu Eka namanya.
Dalam beberapa hari aku sudah mulai mengenal teman-teman sekelasku baik cewek maupun cowok tapi dari semua tman-teman sekelas aku biasa dekat dengan Suryani, Sriyanti, Udin, Endi, Ratih, Uli, Vina, Putri, Atik. Kelas 1 aku lalui dengan mulus tanpa hambatan apa-apa. Oya ada 1 teman sekelasku cowok Deni Set. Nah aku ma dia sama-sama penggemar India, jadinya setiap kali ada kesempatan ngobrol pasti ngobrolin india entah itu filmnya atau lagu-lagunya yang diputar di radio. Maklumlah saat itu India lagi vooming di televisi, hampir setiap stasiun tv menyiarkan film india. Di kelas kadang temenku itu nyanyi2 lagu india, bagus jg suaranya bisa hampir sama penyanyi lagu india.
Oya biasanya anak kelas 1 diwajbikan ikut kemah Pratama-tama, acara pramuka. Saat itu aku jadi wakil ketua kelompok, kebetulan saat itu ketua kelompokku Uli dapat tugas sebagai petugas api unggun jadilah aku yang memimpin teman-teman untuk berjalan sesuai rute dan menyelesaikantugas-tugas. Wahh..ini nih yang paling aku takutkan berjalan berkelompok di tengah malam. Pertama kali disuruh berbaris di sekolah per kelompok saja sudah mulai deg-degan. Kami satu kelompok selama perjalanan selalu bercerita untuk menghilangkan ketakutan dan biar berani. hehehe... Setelah berjalan melewati kuburan cina untungnya tidak terjadi apa-apa, malah kami sekelompok dikagetkan oleh pocong-pocongan yang dibuat kakak2. Pocong2an itu ditaruh di rumah kosong, saat itu kami sedang berjalan santai. Ehh..tau-tau ada pocong mak sliweeer... kagetlah..langsung teriak sambil lari. Wah.. kaget tenan,. Untung cuma itu aja yang bikin kaget kalo ada lagi bisa-bisa nangis tuh hehehe... Pengalam di kelas 1 itu yang paling berkesan.
Naik ke kelas 2, kami masih satu kelas tapi ada teman2 yang nilainya dinilai kurang bisa bersaing dipindah ke kelas lain diganti dengan teman-teman dari kelas lain yang juara 1-3. Kami di kelas 2-1, termasuk kelas yang istimewa karena ruang kelasnya paling bagus paling besar, sudah dikeramik dan bersebelahan dengan ruang BK. Sampai-sampai ruang kelaspun bisa dipake cowok2 buat main sepak bola. Di kelas inilah aku mengenal dengan sahabatku Idha. Kelas 2 ini aku mulai sering datang pagi2, ngecup temapt duduk hehehe... tapi ya tetap aja dapatnya nomor dua dari depan, ada yang lebih cepat datangnya dari aku. Kelas 2 aku masih dipercaya untuk mengurusi LKS, dan biasa bertemu dengan guru koperasi Bu Marni dan Bu Kaka (persis Kaka Slank rambutnya). Aku pernah diem-dieman dengan teman semejaku Atik, entah karena apa kami bisa diem-dieman. Di kelas ini juga ada geng F4 lho karena lagi booming Meter Garden anggotanya Uli, Ratih, Ghanis dan Nina. Wahh.. geng pertama di kelas 2-1. Tapi untungnya mereka baik2 semua, lucu2 malah. Kelas 2 biasa berwisata ke Bali, nah kami sekelas berusaha mengumpulkan uang dengan cara menjual makanan lewat kupon-kupon. Waktu itu aku jadi petugas yang mendata penjualan kupon teman-teman dan setoran uang. Ada kejadian yang bikin aku jengkel, waktu itu temanku Deni Kur. (anak paling aneh di kelas) dengan enaknya mau minta kupon yangsudah aku jual untuk dibagi ke dia. Kami semua diberi kuota untuk menjual kupon, nah anak ini ga bisa jualin kupon sesuai target, siapa yang engga sebel dah susah payah jual kupon mau diminta. Akhirnya kami bisa menjual banyak makanan, dan kami bisa bikin atribut kelas ke bali yaitu sandal jepit bertuliskan nama masing-masing. Perjalanan ke Bali sungguh menyenangkan, bermain bersama teman-teman, foto-foto. Ada satu kejadian yang terus aku ingat yaitu kami hampir satu bis mabuk/muntah waktu perjalanan dari Bedugul. Bisa bayangkan hampir satu bis bisa mabuk semua gara bau kampas rem dan jalan yang berkelok-kelok. Padahal kami semua belum makan siang, makan siang sudah disiapkan di bis dan akhirnya banyak terbuang.
Di kelas 2 ini ada satu guru yang berkesan namanya sama denganku, ibu ini termasuk guru yang sudah lama mengajar disini. Ibu ini sangat disukai teman2 karena cara mengajarnya yang enak dan bisa membimbing kami, perhatian. Dan saat kami melakukan perpisahan di Bandungan ibu guruku ini ikut. Perpisahan di Bandungan ini sangat berkesan sampai-sampai yang cewek2 pada nangis. Aku yang saat itu suaraku agak menghilang jadi kesusahan mengungkapkan kesan2 selama bersama2 dengan teman2 di kelas 2 ini.
Menjelang masuk kelas 3 ada kabar kalau kelas mau dioplos, kami tidak akan sekelas lagi. Wah tentu sedih karena sudah 2 tahun bersama-sama. Di kelas 3 ini aku masuk 3 Ipa 1 bersama-sama dengan Vina, Idha, Deni Kur dari kelas 2-1. Di kelas ini aku semeja dengan Vina, kadang kami bertukar tempat dengan Idha dan Isia. Kemana saja kami selalu berempat, ke kantin, ganti baju olah raga, jajan beli donat di depan sekolah. Oya ada kejadian lucu waktu itu memang dilarang jajan di luar sekolah tapi kami ingin sekali makan donat yang dijual di depan sekolah. Jadilah kami akal-akalan dengan pura-pura beli kertas folio tapi didalamnya diselipi donat. Ternyata ketahuan sama pak Harman penjaga sekolah, langsung deh kami lari masuk kelas daripada ditanyain macam-macam sama penjaga sekolah hehehe.... Pernah juga waktu itu jam olah raga hampir selesai, kami berempat ganti di kamar mandi sedangkan teman2 cewek lainnya ganti di kelas. Ternyata guru olah raga marah karena belum jamnya selesai sudah ganti baju. Kami berempat yang sudah ganti seragam tahu guru marah cepat-cepat ganti baju olah raga dan tau dimana kami nitip baju seragam? Di kelas lain kami nitip baju seragam hehehe.. Kami pura-pura saja habis dari kamar mandi. Teman2 cewek dihukum berdiri di lapangan oleh guru sambil diomongin gitu, dan kami jalan pelan-pelan biar ga kena hukuman. Sebelum kami sampai di tempat hukuman ternyata guru sudah selesai berbicara. Ahh lega... ga kena hukuman tapi capeknya bolak-balik ganti baju. tapi ga papa deh daripada kena hukuman hehehe....
Di kelas 3 ini aku lebih sering bercerita dengan Idha. Yang tahu pertama kali aku suka sama teman sekelasku ya cuma Idha. Selain karena cerewet dia juga teman yang enak untuk diajak curhat. aku dan Idha juga satu guru pembimbing saat membuat karya tulis jadi mau ga mau selalu bersama-sama dan idha juga sering ke rumahku nebeng ngetik karya tulisnya. Ya dari situlah kami sering cerita-cerita.
Aku, idha, isia dan vina juga sama-sama ikut les fisika di salah satu guru sekolah, tau apa yang kami lakukan selama les? Kami guyon terus hehe... sampai pegel mulutnya ketawa terus dan perut sakit. Diantara kami berempat yang paling encer otaknya ya si Vina jadi kadang pagi-pagi kalau ada PR yang ga bisa dikerjain mengandalkan Vina. Kadang kami berempat mengerjakan bersama-sama. Dan diantara berempat pasti aku yang datangnya paling terakhir. padahal dari rumah ya udah pagi ternyata mereka bertiga lebih cepat.
Dan akhirnya sampailah pada saat kelulusan. Kami harus melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Vina melanjutkan ke UGM, aku, idha dan isia tetap di semarang. Tapi beberapa bulan kemudian isia harus pindah ke Sumedang dia diterima di STPDN. Dan tinggal aku dan idha yang satu kampus.
Next.. masa 4 tahun..

Jumat, 08 Mei 2009

Part 4 Masa SMP

Kelanjutan dari part yang lalu, part ini kisah hidupku di Semarang setelah pindah dari Tegal. Aku masuk semarang pada tahun 1998 saat masuk kelas 1 SMP. Saat itu aku masuk di SMP Maria Mediatrix yang merupakan salah satu swasta katolik yang bagus. Pada awal masuk kelas 1 aku ikut jasa antar jemput. Pada hari pertama aku diminta sudah siap jam 5 pagi karena akan dijemput pertama, baru setelah itu menjemput anak-anak lain. Bisa dibayangkan berapa lama aku di jalan, dan ternyata memang benar aku baru sampai di sekolah jam 6.30. Benar-benar bosan di mobil antar jemput. Hari pertama membuatku deg-degan bisa dapat teman engga ya. Aku masuk dalam kelas 1A yang dikatakan kelas unggulan karena anak-anak yang di kelas itu memiliki NEM tinggi, saat itu masih sepi dan tanpa kuduga aku bisa mendapat kenalan dengan cepat. Saat itu aku kenalan dengan salah satu teman sekelas namanya Dora. Dia teman pertamaku di SMP ini. Lalu setelah itu aku berkenalan dengan beberapa teman. jadi tidak merasa sendirian apalagi aku anak dari luar semarang.
Setelah melewati masa MOS, pelajaran dimulai posisi tempat duduk ditentukan oleh guru. Aku mendapat teman semeja laki-laki namanya Yohan. Memang kebanyakan posisi tempat duduk cewek-cowok jadi ga bisa cerita bebas. Syukurlah aku bisa beradaptasi dengan teman semejaku, jadi tak ada masalah. Yang kuingat depanku dulu Rosa dan Ian, lalu ada Dian dan Bryan.
Oya pernah satu kali aku dan beberapa teman kena hukuman karena tidak mengerjakan PR Fisika di LKS. Jadilah kami dihukum supaya keluar dari kelas. Lumayan malu juga sih dapat hukuman. Waktu itu guru fisika adalah Bu Kus, guru muda saat itu. Aku lewati pelajaran di kelas satu ini dengan baik. Untuk prestasiku di kelas lumayanlah,bisa masuk 10 besar.
Aku cuma bertahan ikut mobil antar jemput selama 3 bulan, karena tidak tahan menunggu lama di mobil dan menunggu anak-anak lain yang dijemput. Aku dijemput pertama tapi diantar ke sekolah paling terkahir, siapa yang engga jengkel kalo digituin. Akhirnya aku bernagkat sekolah naik angkot. Berangkat dari rumah jam 6 kurang naik becak di dekat rumah sampai di jalan raya trus dilanjutin naik angkot sampai milo (smp2) lalu disambung naik angkot jurusan banyumanik berhenti di pintu belakang sekolah. Untunglah aku ga pernah telat selama aku naik angkot. Pulang sekolah aku selalu berjalan bersama teman-temanku Prisil, Nia, Christina. Karena saking seringnya jalan bareng jadi kami selalu saling menunggu jika salah satu agak lama pulang, kadang kami jajan dulu sebelum pulang. Jadi sambil jalan sambil makan jajan. Christina naik bis dari perempatan milo karena rumahnya di daerah mangkang, sedangkan aku, nia, prisil berjalan sampai di belokan jalan halmahera. Biasanya kami nunggu di tempat duduk tembok (buk) yang ada di trotoar. Saat itu masih banyak sekali anak-anak sekolah yang naik angkot dan menunggu sama-sama berbeda dengan jaman sekarang. Aku naik angkot nomor 8 sendiri sedangkan nia dan prisil naik nomor 5 arah tlogosari. Cepat-cepatan naik angkot, desak-desakkan duduk sudah biasa dialami. Rutinitas naik angkot ini berjalan sampai di pertengahan kelas 3, jadi ya cukup lama ya.
Naik ke kelas 2 aku masih di kelas 2A, saat itu dari kelas 1 ke kelas 2 murid-muridnya dioplos. Jadi temanku dari kelas 1 yang satu kelas di kelas 2 hanya beberapa saja. Di kelas 2 ini aku berteman dekat dengan Rosa/Ocha, Igna, Anik. Dan kenal anak kelas lain. Prestasi di kelas 2 ini lumayan juga bisa masuk 10 besar. Aku ikut ekstrakurikuler bulu tangkis, waktu itu gurunya PAk Darto. Walaupun termasuk sudah berumur pak darto penuh semangat mengajar kami dan aku dekat dengan bpk ini. Aku sering diberi tugas sebagai bendahara dan mengurusi LKS, jadi kadang menagih uang ke teman-teman deh jika batas waktu penyerahannya dah habis.
Di kelas 3, aku bergabung kembali dengan teman-teman di kelas 1 dengan ditambah beberapa murid kelas lain. Artinya harus bersaing lagi dengan teman-teman yang memiliki kemampuan belajar baik. Ada guru yang sanagt berkesan di hati yaitu bu Agnes dan bu Mien. Bu Agnes adalah guru bahasa indonesia, entah kenapa aku menyukai cara mengajar bu agnes. Klo bu mien mengajar pelajaran tata busana, aku termasuk yang tidak bisa menjahit cepat. Saat ujian praktek kami diminta untuk membuat celana pendek kain, dan bisa ditebak aku tidak dapat menyelesaikannya. Jadi setelah diperiksa bu mien kami yang belum selesai menjahit diminta menyelesaikan dan setelah itu memakainya. Bikin ketawa melihat teman-teman memakai celana hasil karya sendiri.
Masa-masa SMP ini aku rasa kurang berkesan karena lingkungannya yang tidak begitu cocok denganku. Aku pun tidak aktif dalam kegiatan-kegiatan lain seperti OSIS dsb. Aku lulus SMP dengan nilai yang memuaskan dan memiliki keinginan untuk masuk sekolah negeri. Aku rasa sudah cukup di sekolah swasta dari TK, SD, SMP.
Next masa-masa SMA....

Minggu, 26 April 2009

Masa Kecilku Part 2

Setelah dari Manado aku pindah ke Bandung mengikuti papa yang sekolah lagi. Aku tinggal di Bandung selama 2 tahun, gak lamalah jadi hanya sedikit pengalaman disana. Di Bandung aku tinggal di Jalan Kopo dan sekolah di TK. Santa Lucia (masih ada ngga ya sekolah itu).

Memori mengenai teman-teman saat di Bandung aku tidak terlalu mengingatnya. Yang paling aku ingat ya cuma kegiatan di sekolah. Saat itu diajari cara memainkan alat musik angklung, wah payah banget aku. Aku agak kesusahan memainkannya, sampai angklungnya aku miringkan supaya berbunyi padahal dengan tangan tegak dan sedikit digerakkan saja angklung sudah berbunyi. Kami diajari mengikuti sesuai dengan tanda yang ditunjukkan oleh guru. Masing-masing angklung memiliki tanda sendiri, jadi tidak sembarangan dibunyikan. Aku masih ingat saat ada pentas seni di sekolah kami memainkan angklung dan hasilnya bagus. Saat itu aku ikut menari bersama teman2. Ohya ternyata saat itu perayaan Natal di sekolah, aku masih ingat saat itu ada sinterklas dan aku berfoto bersama sinterklas.

Disana pula aku pertama kali mengunjungi Taman Safari Bogor bersama dengan teman2 satu sekolah. Wahh.. menyenangkan sekali deh, bisa melihat binatang2 yang dulu hanya bisa aku lihat di televisi. Oya aku juga pernah piknik di kebun binatang di Bandung saat itu aku sempat berfoto dengan seorang Bule wanita.Wah saat itu rasanya seneng banget bisa salaman sama orang bule.

Di Bandung adalah saat aku belajar berbagai hal. Awal mula aku menyukai bulu tangkis ya disini. Saat itu aku dibelikan raket badminton ukuran kecil, setiap hari aku selalu memainkannya hingga pada akhirnya aku bisa bermain dengan baik untuk ukuran anak kecil. Bulu tangkis menjadi hobiku dari kecil sampai saat ini. Selain bulu tangkis, disini pula aku mulai belajar naik sepeda. Pasti sudah terbayang bagaimana jatuh bangunnya saat mulai belajar naik sepeda. Dari menggunakan roda empat,roda tiga sampai akhirnya bisa roda dua. Memang butuh perjuangan supaya bisa naik sepeda, lecet-lecet, jatuh berulang kali dan akhirnya di saat sudah bisa naik sepeda ada rasa senang yang teramat sangat. Ya sama seperti hidup ketika kita ingin mencapai suatu hal, kita akan melakukan segala upaya sampai kita susahpun kita akan tetap berusaha dan ketika sesuatu itu kita capai tentu akan ada kebanggaan tersendiri atas pencapaian itu.

Oya ada kejadian lucu waktu aku tinggal di Bandung. Saat itu aku mulai bercita-cita jadi polwan dan memang aku lebih menyukai mainan anak laki-laki seperti pistol2an, pesawat terbang ketimbang mainan cewek seperti boneka. Nah suatu waktu aku pergi dengan mama naik angkot, saat aku naik angkot belum terlalu penuh. Dalam perjalanan, angkot terus mencari penumpang dan memang ada penumpang yang saat itu akan naik. Dengan enaknya si kernet angkot bilang "Bu, anaknya dipangku saja". Wah.. mendengar itu langsung jengkel aku, dasar anak kecil langsung aja aku bilang ke mama "Awas ya, nanti kalo aku jadi polwan aku tembak kamu". Hahaha... spontan aja mama langsung ketawa karena ucapanku tadi. Tomboy bangetlah aq dulu dan ga terima anak kecil diperlakukan seenaknya.

Rumahku sering banget jadi tempat kumpul teman2 papa jadi otomatis aku kenal dengan teman2 papa, jadi di rumah banyak om yang dateng. Ada juga yang nginep di rumahku selama beberapa hari. Oya saat itu salah satu om yang memang masih bujang sempat naksir dengan tetangga depan rumahku, aq suka tuh nggodain om itu bilang dapat salam dari mbak depan rumah. hehehe....

Setelah papa selesai kuliah, dapat penempatan di Tegal. Yap berarti saatnya pindah ke kota lain di Jawa Tengah. Kota yang belum pernah aku dengar dan datangi.


Next... Masa Kecilku Part 3

Masa Kecilku Part 1

Wah...tentu sangat menyenangkan sekali mengingat masa kecil kita dulu. Mulai dari hal2 lucu sampai yang bikin kita sedih.

Ngobrolin tentang masa kecil terbayang akan masa yang tanpa beban, tidak memikirkan hal-hal berat, pokoknya dunia diisi dengan bermain dan hal-hal yang menyenangkan. Sekarang ketika kita sudah dewasa seringkali ingin kembali mengulang masa kecil kita.


Cerita dikit ahh tentang masa kecilku.. Aku lahir di Manado sebuah kota di ujung utara pulau Sulawesi. Tempat yang sangat indah dengan pantainya yang terbentang luas. Aku hidup di Manado hanya sekitar 3 tahun, yahh bisa dikatakan numpang lahir aja disana. Tapi dengan waktu yang sangat singkat itu memori yang tertanam di otakku sangat dalam dan sampai sekarang pun aku masih ingat. Dulu waktu masih bayi (kata ortu nih) aku dirawat oleh budheku. jadi setiap pagi saat ortu berangkat kerja, aku dititipkan ke rumah budhe. Sore hari setelah ortu pulang kerja aku diantar lagi. Biasanya sih tempat transitku di rumah Oma (nenek) di daerah Komo Dalam. Saat perjalanan baik pulang/pergi seringkali sepatuku hilang di jalan, jadi ga heran ortu sering beli sepatu buatku. Karena sering diasuh oleh Budhe akupun jadi sangat dekat dengan kakak sepupuku (anak budhe) yang dua-duanya laki-laki. Karena aku paling kecil di antara semua cucu Oma aku paling disayang deh hehehe... Maklum mamaku adalah anak paling kecil jadi aku cucu paling kecil deh. Sewaktu Opa masih hidup akupun dekat dengan beliau, sampai2 Opa meninggalkan tanda mata yang aku bawa sampai aku mati mungkin yaitu bekas sundutan rokok di dekat pipi. Mungkin saat itu opa sedang menggendongku dan tanpa sengaja rokok opa mengenai wajahku. Aku masih ingat saat Opa meninggal aku berusia 3 tahun dan merupakan kehilangan yang sangat besar.


Ada banyak orang yang ikut membesarkanku saat masih tinggal di Manado. Saat aku sudah mulai masuk Play Group setiap hari aku diantar oleh Kak Kres. Kakakku ini adalah keponakan Oma dan memang tinggal di rumah Oma saat itu. Jadi kak kres inilah yang mengantarku ke sekolah setiap pagi dan selalu menaruhku di atas pundaknya ketika berjalan, Karena rumah Oma agak tinggi, berbukit. Ada satu lagi kakak yang ikut mengasuhku ketika di rumah Oma yaitu Kak Uto. Hal yang paling aku ingat saat bersama kak uto adalah saat aku jatuh saat bermain di SMEA sebelah rumah Oma, aku dimandikan kak uto di atas tempat cuci piring. Saat itu aku ga berhenti menangis,luka-luka di kedua sikut dan lutut memang bikin aku menangis terus. Sampai sekarangpun luka itu masih membekas walaupun agak samar.


Masa sekolah Play Group yang kuingat adalah saat berenang di kolam sekolah, ikut menari saat natal dan bertemu dengan Sinterklas. Saat itu aku sudah mempunyai teman akrab orang Irian namanya Tia. Kebetulan papa kami berdua memang bekerja satu kantor, jadi secara langsung aku pun kenal dengannya. Dan di sekolah itu ada satu guru wanita yang cantik, aduhh aku lupa dengan nama guruku.. Saat itu ada film yang booming yaitu Isabela yang main Nia Zulkarnain dan lagunya sangat terkenal dinyanyikan oleh Ami Search. Nah guruku itu jadi penjual tiket di bioskop yang saat itu aku datangi.


Ada satu peristiwa yang masih aku ingat sampai saat ini yaitu saat Natal. Waktu itu aku sudah berdandan dengan baju bagus di rumah Oma karena tau akan ada Sinterklas yang datang ke rumah. Saat itu Budhe dan pakdheku banyak yang kumpul di rumah Oma. Nah datanglah Sinterklas, wooww.. ternyata sinterklas datang dengan Si Pit Hitam dan Badut. Sinterklas memiliki tubuh yang sangat tinggi, orang bule banget deh. Nah yang bikin takut ya si Pit Hitam dengan bawa karung dan sapu lidi, serta badut. Jadilah aku ketakutan dengan dua orang itu,mana mereka berdua duduk dekat denganku. Melihatku ketakutan jadilah pakdheku yang memangkuku saat bertemu sinterklas. Saat itu aku mendapat sebuah hadiah dari sinterklas. Senang bercampur ketakutan saat menerima hadiah itu. Ternyata setelah beberapa tahun kemudian barulah Mama cerita kalo yang mengundang sinterklas itu dan hadiah itu dari mama bukan dari sinterklas. Dasar anak kecil dulu mikirnya polos kalo hadiah itu dari sinterklas ehh ternyata dari mama tapi diberikan lewat sinterklas.


Banyak hal yang aku ingat saat masa kecilku di Manado, adapula motor Honda bebek 800 warna pink punya papa yang selalu mengantar kemana saja. Aku selalu memanggil papa ketika papa kerja di kantor karena dari rumah Oma kantor papa bersebelahan sehingga dari rumah Oma yang tinggi bisa melihat dan memanggil papa hehehe...


Oya satu lagi yang aku ingat, dulu sewaktu aku masih berumur kira-kira 2 tahun aku pernah dikriting sama budheku. Padahal rambutku lurus lho. Efek pengeritingan rambut ini ternyata berlanjut sampai aku SD, rambutku jadi keriting terus. Untungnya sekarang sudah kembali ke bentuk semula yakni lurus tapi agak sedikit berombak. Ga papalah yang penting lurus hehehe...


Berikutnya aku ceritakan masa kecilku di Bandung, Tegal sampai di Semarang... Lanjuttt...